Depan »Berita» Kunjungan Konsul Jenderal Amerika Surabaya di UM

Kunjungan Konsul Jenderal Amerika Surabaya di UM

 
06 Juli 2012
oleh:humas


Kamis (5/07/2012), Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) mendapat kunjungan langsung dari Humas Konsulat Jenderal Amerika Surabaya, Emily Norris. Bertempat di US Reference Center, kedatangan Emily dalam rangka membahas tentang sejarah kemerdekaan Amerika Serikat serta memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa UM yang ingin belajar tentang Amerika. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UM dan berlangsung antusias.

Emily menjelaskan tentang perjuangan bangsa Amerika dalam memperoleh kemerdekaan di bawah jajahan Inggris. "Pada waktu itu, orang-orang dari Inggris datang ke Amerika karena mencari kebebasan beragama, kesempatan baru untuk perekonomian, mencari sesuatu yang baru, adanya alasan politik, serta karena mereka adalah kriminal",  jelasnya.

Perkembangan penduduk di daerah-daerah koloni Inggris di Amerika sangat pesat. Jika pada tahun 1700 populasi penduduknya tercatat hanya 200.000 jiwa maka pada tahun 1770 telah meningkat tajam menjadi 2.5 juta jiwa. Bagi pemerintah Inggris, Amerika adalah sumber keuntungan yang besar. Oleh karena itu, parlemen Inggris mengesahkan berbagai undang-undang pelayaran yang isinya, antara lain segala pengangkutan barang-barang dari negara-negara kolonial ke Inggris atau sebaliknya hanya boleh dilakukan dengan menggunakan kapal Inggris. Undang-undang yang lain menyebutkan bahwa kaum penetap di daerah kolonial hanya diperbolehkan melakukan transaksi dagang dengan Inggris dan melarang mereka berdagang dengan negara lain. Tujuan dari semua undang-undang tersebut adalah agar para pengusaha Inggris tidak tersaingi oleh para pengusaha yang menetap di Amerika. Tentu saja peraturan tersebut sangat merugikan mereka, akibatnya mereka selalu berusaha untuk menghindari atau bahkan melanggar. Kejengkelan para penetap Amerika diperparah oleh sikap pemerintah Inggris yang lemah dalam menghadapi penyelundupan dan perdagangan gelap yang sangat marak di daerah koloni Amerika Utara.

Pada 1773, sekelompok pendatang Inggris melakukan reaksi dengan memboikot pemberlakuan pajak tersebut dengan membuang muatan hasil panen teh ke laut di Pelabuhan Boston daripada harus membayar pajak. Peristiwa tersebut, kemudian lebih dikenal dengan The Boston Teaparty. Aksi ini memicu kemarahan pemerintah Inggris dan kemudian menutup pelabuhan Boston. Sebaliknya, kaum penetap memutuskan untuk mengawasi dan mencegah masuknya barang-barang dari Inggris ke Amerika sampai pelabuhan Boston dibuka kembali. Pemerintah Inggris menganggap bahwa aksi tersebut sebagai pemberontakan dan memutuskan untuk menyelesaikan dengan kekuatan pasukan perang.

Bagi kaum penetap peristiwa ini kemudian dianggap sebagai tonggak Perjuangan Kemerdekaan Amerika. Sedangkan puncak perjuangan mereka adalah ketika Kongres Kontinental yang mewakili ketiga belas koloni Amerika Utara bersidang di Philadelphia dan mendeklarasikan kemerdekaan ke-13 koloni tersebut dengan nama The United State of America (Amerika Serikat) pada tahun 1776.

Emily menambahkan bahwa dampak dari kemerdekaan Amerika memberikan banyak hal positif dalam perkembangan selama 236 tahun pasca kemerdekaan. "Amerika merupakan negara dengan banyak keberagaman dan kultur yang bercampur. Sebagai negara dengan sistem demokrasi, Amerika memberikan kebebasan seluas-luasnya bagi kepentingan rakyatnya. Bahkan terkait pendidikan,  Amerika memberikan pendidikan gratis sampai umur 18 tahun dan kebebasan dalam beragama" pungkasnya. (Ren)