Kunjungan ANTARA ke UM

20 Juni 2012
oleh:humas

Mendokumentasikan Nilai-nilai Luhur Pancasila


 



 

Bersamaan dengan misi pemerintah untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila yang mulai hilang dari sanubari masyarakat, kantor berita Republik Indonesia ANTARA, akan membuat sebuah film dokumentasi bertemakan Nilai-Nilai Luhur Pancasila.

Dan untuk melaksanakan tujuannya, ANTARA akan bekerja sama dengan beberapa instansi yang memiliki hubungan langsung dengan Pancasila. Salah satunya adalah Universitas Negeri Malang (UM), yang telah dikenal luas memiliki laboratorium Pancasila atau yang kini disebut dengan Pusat Kajian Pancasila.

Para wartawan ANTARA yang berjumlah tiga orang diterima langsung oleh Rektor UM, Prof. Dr. H. Suparno, Prof. Dr. H. Muh. Noor syam S.H, M.H, dan Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.  di ruang Sidang Rektor gedung A1 lantai 2 pada Selasa (19/6) lalu. Hal ini adalah salah satu bentuk itikad UM dalam mensukseskan program ANTARA.

"Institusi kami memang peduli dengan pembangunan dalam bidang pembangunan karakter bangsa," Kata rektor UM dalam sambutannya. "Dan saya rasa UM memiliki banyak kontribusi yang cukup signifikan dirasakan dalam hal menanamkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945," lanjutnya.

Selanjutnya, Prof. Dr. H. Muh. Noor syam S.H, M.H dan Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.  menjelaskan beberapa hal inti yang berkaitan dengan Pusat Kajian Pancasila seperti sejarah, visi misi, kiprah, dan program kerja. "Yang perlu ditekankan disini, Laboratorium Pancasila atau Pusat Kajian Pancasila ini tidak sama dengan laboratorium fisik atau iptek pada umumnya,"  kata Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.

Laboratorium Pancasila ini didirikan pada 5 Juli 1967 atas prakarsa Rektor Prof. Darji Darmodiharjo, S.H dengan tujuan untuk mengkaji dan mengembangkan dasar (filsafat) negara Pancasila dan menegakkan sistem kenegaraan Pancasila dan UUD 1945.

Prof. Dr. H. Muh. Noor syam S.H, M.H dalam sambutannya juga sempat menyampaikan Pancasila sebagai ideologi terbaik, terunggul, dan paling bermartabat di dunia. "Semua sila yang ada pada Pancasila telah mencakup seluruh aspek moral manusia, karena itu Pancasila menjadi ideologi terbaik, terunggul, dan paling bermartabat dalam sejarah kebudayaan manusia," jelasnya.

Namun, hal itu tentu saja bukan berarti melaksanakan cita-cita bangsa yang tercantum pada Pancasila adalah sebuah misi mudah karena diperlukan kerjasama semua pihak untuk mewujudkannya. "Hilangnya nilai-nilai Pancasila saat ini adalah hal yang harus segera diselesaikan. Bukannya mencari siapa yang salah, namun harus segera mencari jalan keluarnya. Dan untuk melaksanakannya, harus ada program strategis pemerintah dan diikuti oleh semua elemen masyarakat agar segera berdampak pada generasi muda Indonesia di masa mendatang," pungkas Prof. Dr. H. Suparno. (Riz&Bud)