Depan »Berita» Sejarah Bali dan Indonesia Timur Di Kupas BEM FIS UM

Sejarah Bali dan Indonesia Timur Di Kupas BEM FIS UM

 
16 Mei 2012
oleh:humas


"Bali merupakan tempat yang diketahui banyak masyarakat, akan tetapi tidak banyak oranng yang tahu tentang sejarah Bali itun sendiri," itulah kalimat pembuka yang disampaikan Annyza Fitrianingrum, moderator Diskusi Publik "Bali dan Indonesia Timur Tempoe Doeloe" yang di selenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM).

Acara ini dilangsungkan di Aula Utama Gedung A3 Lt. 2 pada Senin, (14/5/2012) dan di hadiri oleh Dekan FIS Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, pemateri diskusi Dewa A.G.Agung, M.Hum, J.J Rizal, Anggaunitakiranantika dan juga sekitar 150 peserta yang turut hadir.

Pada acara tersebut ketiga pemateri menjelaskan tentang hasil review buku "Bali dan Indonesia Timur Tempoe Doeloe" yang di tulis oleh Adrian Vickers, sejarawan yang lama menekuni sejarah Bali.

Anggaunitakiranantika menjelaskan, dalam buku ini disamping mengupas tuntas tentang bali dan Indonesia Timur pada waktu dulu, tetapi tulisannya juga mampu menghipnotis pembaca sehingga semua serasa menjadi pelaku dalam kisah cerita yang disampaikan di dalamnya. "ceritanya disampaikan secara ringan, jelas dan mudah di pahami, siapapun yang membaca seperti menjadi bagian nyata yang diceritakan dalam tulisan,"jelasnya.

"Interaksi yang dilakukan penulis denngan masyarakat menumbuhkan pengetahuan baru yang sangat berharga. Disamping itu buku ini banyak menggali potensi kepariwisataan timur dan buku ini yang pasti mengupas dengan tuntas tentang kondisi disana termasuk misionaris dari para pelaut asing," tambahnya.

Dikesempatan yang sama, sebagai dari pihak percetakan buku J.J Rizal, menyampaikan bahwa buku ini merupakan wacana yang sangat penting tentang sejarah dunia, harapan dan semangat masyarakat timur yang perlu diketahui masyarakat luas. " Perlu di ketahui oleh semua bahwa sejarah dunia itu di mulai dari Indonesia Timur, dan penghasilan remapah - rempahlah yang mengglobal itu. Dari tulisan ini juga dapat dipetik kesimpulan bahwa masyarakat timur juga memiliki semangat tinggi juga seperti bagian lainnya," jelasnya.

Acara kegiatan diskusi publik ini dilanjutkan dengan Stand Up Comedy sebagai Ice Breaking untuk peserta dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. (Sep)