Depan »Berita» Bedah Buku: Manipulasi Kebijakan Pendidikan SBY

Bedah Buku: Manipulasi Kebijakan Pendidikan SBY

 
21 Pebruari 2012
oleh:humas


"Bentuk manipulasi pendidikan saat ini tidak hanya berada pada anggran pendidikan saja, akan tetapi sudah merabat ketataran kurikulum dan proses pembelajaran dikelas, ditambah lagi dengan adanya kapitalis Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)"  itulah kesimpulan dari buku "Manipulasi Kebijakan Pendidikan Susilo Bambang Yudhoyono" karya Darmaningtyas dan Edy Subkhan, dalam acara bedah buku, yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Malang (UM) pada Sabtu, (18/02/2012).

Acara yang digelar di Gedung Sasana Budaya UM ini dihadiri Dekan FE UM Prof.Dr. Ery Tri Djatmika, M.A, M.Si, Darmaningtyas dan Edy Subkhan sebagai penulis, Prof. Dr. Zainudin Maliki, M.Si dan Dr. Mit Wicaksono, MS. Ed sebagai pembanding, serta para peserta bedah buku.

Dalam kesempatannya Darmaningtyas  menyatakan,  "Banyak sekali manipulasi- manipulasi pendidikan yang sedang berlangsung pada saat ini,  seperti halnya dengan bentuk manipulasi pada anggaran pendidikan, terlebih dana APBN yang selama ini telah dijanjikan tidak terlaksana dengan sepenuhnya".

Pada kesempatan yang sama, Dr. Mit Wicaksono, MS. Ed menambahkan "Manipulasi pendidikan tidak hanya pada bidang-bidang mengenai anggaran saja, namun juga sudah merambah kedalam tataran kurikulum serta proses pembelajaran disekolah".

Selanjutnya Prof. Dr. Zainudin Maliki, M.Si mengatakan bahwa "Pendidikan saat ini seperti OVJ, karena tidak berbasis pada Sumber Daya Alam. Ditambah banyaknya isu mengenai kegagalan pendididikan, yang antara lain; fungtional literacy gagal, pendidikan gagal memberi pengetahuan riil, disiplin serta integritasnya kepribadian hilang terlebih pendidikan di Indonesia score testnya rendah" jelasnya.

Ia juga menambahkan, "Selain itu pendidikan di Indonesia terlalu lama mengembangkan pendidikan behavioristik yang terkesan kaku, muram serta penuh persaingan disamping sosial cognitive yang fleksibel. Pendidikan itu hendaknya menghasilkan output yang cerdas intelektual, cerdas moral dan cerdas kecakapan hidup", pungkasnya. (Sept&Ard)