Depan »Berita» UM Membuka Pusat Studi Bahasa Mandarin

UM Membuka Pusat Studi Bahasa Mandarin

 
15 Maret 2011
oleh:humas


UM bekerjasama dengan Guang Xi Normal University meresmikan Pembukaan Pusat Studi Bahasa Mandarin, Senin (14/03/2011). Bertempat di Graha Cakrawala, upacara pembukaan berlangsung meriah dan sukses. Acara ini dihadiri oleh Rektor UM, Prof. Dr. H. Suparno serta perwakilan dari Guang Xi Normal University, Wakil Rektor Bpk. Tang Ren Guo. Turut hadir pula Menteri Pendidikan Nasional RI yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia Bpk. Agus Darma, Ph.D, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia diwakili Sekretaris Kedutaan RRT untuk Indonesia, Bpk. Chen Peng  serta Konsul Jenderal RRT untuk Indonesia Timur, Bpk. Wang Gen Hua.

 

Terselenggarakannya kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam rangka penyaluran kebudayaan serta saling bertukar budaya untuk memfasilitasi pelajaran bahasa mandarin. Prof. Dr. H. Suparno dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pusat Bahasa Mnadarin di UM merupakan satu dari enam pusat bahasa yang ada di Indonesia. "Dengan adanya mitra kerja Perguruan Tinggi di Cina, akan semakin meningkatkan semangat dedikasi dan tanggung jawab  untuk membawa rasa persahabatan "  terangnya. 

Sementara Wakil Rektor Guang Xi Normal University, Bpk. Tang Ren Guo berharap kedepannya kesepakatan kerja pendirian Pusat Studi Bahasa Mandarin semakin mempererat keharmonisan budaya dan perdamaian dunia, serta meningkatkan taraf pendidikan sebagai jendela dunia. Guang Xi Normal University merupakan salah satu Perguruan Tinggi ternama di Tiongkok. Telah berdiri sejak tahun 1932 dan memiliki 28 fakultas dan lebih dari 40 ribu mahasiswa.

 

Menurut Konsul Jenderal RRT untuk Indonesia Timur, Bpk. Wang Gen Huan, kerjasama ini merupakan pengenalan budaya cina di Indonesia. Sejalan dengan perkembangan global, kedepannya Bpk. Wang Gen Huan berharap program hasil kerja sama bidang sosial ini dapat berjalan harmonis dan mendukung pertukaran budaya dan perdamaian dunia.  "Saya berharap percepatan pembangunan yang komprehensif untuk meningkatkan taraf pendidikan", jelasnya.

 

Yang menarik, adanya teleconference dengan Bpk. Dahlan Iskan yang dijadwalkan hadir namun batal karena harus menghadiri Rapat Kabinet Terbuka. Dalam diskusi tersebut dijelaskan oleh Dahlan bahwa mahasiswa merupakan aset bangsa yang produktif. "Kita harus wajib menjaga aset ini (mahasiswa) untuk menyiapkan masa depan. "Adanya Pusat Bahasa Mandarin adalah salah satunya" ungkapnya.

 

            Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia Bpk. Agus Darma turut bangga dengan dibukanya Pusat Studi Bahasa Mandarin di Universitas Negeri Malang. Sejalan dengan program Kementrian Pendidikan Nasional dalam rangka perluasan dan pemerataan pendidikan, pemerintah tidak hanya berupaya untuk membuka pusat-pusat studi, tetapi juga Program Beasiswa dari Pemerintah Tiongkok  bagi mahasiswa Indonesia untuk studi ke Tiongkok. "Kerjasama ini dimaksudkan agar para mahasiswa dapat belajar bahasa Mandarin, mengingat bahasa Mandarin telah menjadi salah satu bahasa Internasional". "Bahasa bukan sekedar sarana untuk berkomunikasi, bahasa adalah identitas bangsa" tambahnya.

 

Acara ini turut dimeriahkan oleh pertunjukan para mahasiswa  sebagai bentuk apresiasi tinggi bagi kegiatan ini. Penampilan pertama dimeriahkan oleh Tari Jejer Gandrung Banyuwangi yang menggambarkan dasar karakteristik masyarakat Banyuwangi yang terbuka, ramah, dan bersahaja. Tak kalah meriah, dari Guang Xi Normal University juga memberikan penampilan dari para mahasiswa dan dosen. Seperti permainan musik tradisional dengan judul Bunga Melati serta lagu rakyat Sungai Musim Semi.

 

Kegiatan ini ditutup oleh mahasiswa Program Studi Seni Tari dan Musik Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra UM dengan Tari Kreasi khas Jawa Barat. (Humas)